Info Paluta: Peristiwa
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

24 Maret 2026

Remaja 14 Tahun yang Hanyut di Dolok Sigompulon Paluta Berhasil Dievakuasi Tim Gabungan

Foto: Mayat korban dievakuasi ke Puskesmas Simundol, Kecamatan Dolok Sigompulon, Selasa (24/3/2026).

PALUTA – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan akhirnya berhasil menemukan Pahri Ritonga (14), seorang remaja yang dilaporkan hanyut terseret arus di Desa Sayur Matinggi, Kecamatan Dolok Sigompulon, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta). Korban berhasil ditemukan dan dievakuasi pada Selasa (24/3/2026) pagi.

​Plt. Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paluta, Ahmad Darlin Harahap, membenarkan penemuan tersebut. Berdasarkan laporan kronologis, insiden nahas ini pertama kali diketahui dari informasi masyarakat setempat pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

​“Mendapat laporan adanya warga yang hanyut, Tim BPBD Kabupaten Padang Lawas Utara langsung turun ke lapangan untuk melakukan penyisiran dan operasi pencarian korban di sekitar lokasi kejadian,” jelasnya, Selasa (24/3/2026).

​Setelah proses pencarian yang intensif, pada pukul 10.00 WIB pagi hari ini, korban yang diketahui merupakan warga beralamat di Gadung Holbung tersebut berhasil ditemukan oleh tim gabungan dan langsung dilakukan proses evakuasi.

​Operasi pencarian dan penyelamatan ini berjalan lancar berkat sinergi dari berbagai elemen. Operasi ini melibatkan Tim Satgas PB BPBD Paluta didukung penuh oleh personel TNI, POLRI, jajaran aparat Kantor Camat setempat, aparatur desa dan masyarakat.

​Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian gabungan di Desa Sayur Matinggi secara resmi dihentikan. Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai atau perairan.

20 Maret 2026

Pastikan Aman dan Kondusif, Kapolsek Padang Bolak Pimpin Pengawalan Pawai Obor Takbiran di Gunungtua

Foto: Kapolsek Padang Bolak AKP Abdul Hakim Harahap pimpin pengamanan pawai obor, Jumat (20/3/2026) malam.

PALUTA – Kemeriahan malam takbiran menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah di Gunungtua mendapat pengawalan ketat namun humanis dari pihak kepolisian. Kapolsek Padang Bolak, AKP Abdul Hakim Harahap, turun langsung memimpin jajarannya untuk mengamankan jalannya tradisi pawai obor yang digelar pada Jumat (20/3/2026) malam.

​Sebanyak kurang lebih 150 peserta antusias mengikuti pawai yang dilepas langsung oleh Wakil Bupati Paluta, Basri Harahap. Rombongan bergerak dari titik kumpul di Masjid Raya Gunungtua, menyusuri rute menuju kantor DPRD Padang Lawas Utara, sebelum akhirnya kembali ke titik awal.

​Bagi AKP Abdul Hakim Harahap, pengamanan malam itu memiliki tantangan tersendiri karena tingginya antusiasme warga serta penggunaan api dalam pawai.

​“Kami telah menyiagakan personel di sejumlah titik, mulai dari persimpangan jalan, rute utama, hingga titik kumpul. Fokus utama kami adalah memastikan kelancaran lalu lintas agar pengguna jalan lain tidak terganggu, sekaligus menjamin keselamatan para peserta pawai,” ungkap AKP Abdul Hakim di sela-sela kegiatan pengamanan.

​Mengingat pawai ini menggunakan obor bambu sebagai atribut utama, Kapolsek juga secara aktif berkoordinasi dengan panitia dan peserta agar senantiasa berhati-hati. Langkah preventif terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

​“Karena adik-adik kita ini membawa obor, kami terus memberikan imbauan dan pengawalan melekat. Kami mengingatkan agar mereka menjaga jarak aman dan tertib dalam barisan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terkait penggunaan api di jalan raya,” tegasnya.

​AKP Abdul Hakim juga turut mengapresiasi inisiatif para pemuda dan arahan dari Wakil Bupati yang telah mengingatkan pentingnya ketertiban. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat sangat terlihat pada malam takbiran tersebut.

​“Alhamdulillah, gema takbir malam ini berjalan sangat khidmat dan kondusif. Saya mengapresiasi para peserta yang didominasi pemuda dan mahasiswa ini karena mereka patuh pada arahan petugas di lapangan. Tradisi baik ini tentu akan terus kami dukung dan amankan pelaksanaannya di tahun-tahun mendatang,” tutup Kapolsek Padang Bolak tersebut.

​Di bawah pengawalan jajaran Polsek Padang Bolak dibantu Koramil 05/Padang Bolak, Satpol PP dan Dishub seluruh rangkaian pawai obor takbiran tersebut pun berhasil diselesaikan dengan tertib, aman, dan tanpa insiden yang berarti.

Wakil Bupati Paluta Lepas Pawai Obor Takbiran Idul Fitri 1447 H, Hidupkan Kembali Tradisi Lama

Foto: Wakil Bupati Paluta, Basri Harahap bersama pemuda dan mahasiswa menghidupkan api obor, Jumat (20/3/2026) malam.

PALUTA – Menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Wakil Bupati Padang Lawas Utara (Paluta), Basri Harahap, secara resmi melepas kegiatan pawai obor takbiran di pelataran Masjid Raya Gunungtua, Jumat (20/3/2026) malam.

​Pawai yang diikuti oleh sekitar 150 peserta ini mengambil rute perjalanan dari Masjid Raya Gunungtua menuju kantor DPRD Paluta, sebelum akhirnya memutar dan kembali berakhir di titik awal.

​Dalam sambutannya sebelum melepas rombongan yang didominasi oleh kalangan pemuda dan mahasiswa tersebut, Basri Harahap berpesan agar gema takbir dan pawai ini benar-benar mencerminkan keindahan Islam.

​“Tunjukkanlah syiar agama kita dengan baik pada malam takbiran ini. Pesan saya, jaga ketertiban selama pawai berlangsung agar tidak merepotkan atau mengganggu kelancaran masyarakat umum di jalan raya,” ujar Wakil Bupati.

​Selain itu, Basri Harahap juga memberikan apresiasi khusus kepada para pemuda yang telah berinisiatif menghidupkan kembali tradisi yang sempat vakum di Kabupaten Paluta.

​“Saya sangat mengapresiasi inisiatif adik-adik sekalian. Tradisi penggunaan obor untuk memeriahkan malam takbiran ini rupanya sudah lama tidak kita lakukan. Berkat semangat kalian, malam ini tradisi tersebut bisa kita hidupkan kembali,” tambahnya.

​Mengingat pawai ini menggunakan media api, Wakil Bupati tak lupa menekankan pentingnya aspek keselamatan dan koordinasi dengan pihak keamanan. Jajaran Polsek Padang Bolak pun turut hadir langsung untuk mengamankan jalannya acara.

​“Karena kita membawa api, saya minta semuanya tetap berhati-hati. Ikuti petunjuk dan arahan dari pihak kepolisian yang bertugas mengamankan kita malam ini. Harapan saya, kegiatan yang tertib dan meriah ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi bisa terus berlanjut menjadi agenda rutin tahunan kita ke depannya,” pungkas Basri Harahap sembari melepas rombongan.

​Acara pelepasan kemudian ditutup dengan doa bersama, diiringi lantunan takbir yang mulai menggema menyusuri jalanan kota Gunungtua.

06 Maret 2026

Bermain di Kolam, 4 Bocah di Paluta Meninggal Dunia

Foto: Tim medis melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban.

PALUTA – Peristiwa nahas menimpa empat orang anak di Kecamatan Halongonan Timur, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta). Keempat bocah tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal dunia akibat tenggelam di sebuah kolam warga di Dusun Rokan Baru, Desa Rondaman, pada Kamis (5/3/2026) sore.

​Berdasarkan data yang dihimpun, keempat korban tewas adalah Azizi Wahab Tanjung (7) dan adiknya Johar Partaonan Tanjung (4) yang merupakan warga Desa Siancimun. Sementara dua korban lainnya adalah Pitri Ripai (8) dan Sri Anggun Ripai (5) asal Rokan Baru, Desa Rondaman.

​Kejadian bermula pada pukul 15.00 WIB, saat seorang saksi mata bernama Maradongan Nasution melihat keempat anak tersebut sedang mandi di kolam milik Maruli Nasution yang letaknya tidak jauh dari pondok saksi. Saksi kemudian meninggalkan lokasi untuk mencari brondolan (buah sawit yang rontok).

​Sekira pukul 17.30 WIB, Maradongan kembali ke lokasi dan berniat mandi di kolam yang sama. Saat itu, ia tidak memperhatikan ke arah tengah kolam. Tak lama berselang, kakak dari salah satu korban datang ke lokasi untuk mencari adik-adiknya. Saat saksi mengarahkan pandangannya ke tengah kolam, ia terkejut melihat keempat bocah tersebut sudah dalam kondisi mengapung.

​Saksi yang panik langsung berteriak meminta tolong. Warga sekitar pun segera berdatangan untuk mengevakuasi keempat korban dari dalam air dan langsung membawanya ke rumah orang tua salah satu korban, Putra Tanjung.

​Mendapat laporan dari masyarakat Desa Siancimun sekitar pukul 18.00 WIB, jajaran kepolisian dari Polsek Padang Bolak langsung bergerak cepat. Kapolsek Padang Bolak, AKP Abdul Hakim Hrp, S.H., M.H., beserta Kanit Reskrim dan jajaran personel tiba di lokasi kejadian pada pukul 20.00 WIB.

​“Kami langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta melakukan olah TKP dan pemeriksaan medis terhadap keempat korban di rumah duka,” ujar AKP Abdul Hakim.

​Berdasarkan hasil pemeriksaan dari tim medis, dipastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh keempat korban. Tim medis menemukan adanya busa di hidung dan pasir pada kedua telinga korban, yang memperkuat dugaan bahwa penyebab kematian murni karena drowning atau tenggelam.

​Saat ini, jenazah keempat bocah tersebut telah diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing untuk disemayamkan. Peristiwa ini menjadi imbauan keras bagi para orang tua, khususnya di wilayah Paluta, untuk lebih memperketat pengawasan terhadap anak-anak saat bermain, terutama di dekat area rawan seperti kolam atau sungai.

20 Februari 2026

Memprihatinkan, Kantor KNPI Paluta Terbengkalai dan Dipenuhi Semak Belukar

Foto: Kondisi kantor KNPI Paluta, Jumat (20/2/2026).

PALUTA – Kondisi memprihatinkan terlihat pada gedung sekretariat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta). Berdasarkan pantauan di lokasi oleh kreator Akhir Septemriady Rame, pada Jumat (20/2/2026), kantor yang seharusnya menjadi pusat pergerakan dan kreativitas generasi muda tersebut tampak mati suri, terbengkalai, dan dikepung oleh semak belukar yang rimbun.

​Kesan tak terurus langsung menyapa siapa saja yang melintas di depan gedung ini. Rerumputan liar menjulang tinggi, nyaris menutupi akses jalan masuk utama. Pintu dan jendela tampak tidak terkunci rapat dengan lapisan debu tebal, menjadi saksi bisu bahwa sudah sangat lama tidak ada denyut aktivitas manusia di dalamnya. Fasilitas yang dibangun menggunakan uang rakyat ini seolah dibiarkan lapuk dimakan usia dan cuaca.

​Ironisnya, pemandangan gedung yang mangkrak ini berbanding terbalik dengan kucuran dana yang didapatkan. Sebagai induk organisasi kepemudaan, KNPI Paluta diketahui selalu dialokasikan dan menerima kucuran anggaran pembinaan setiap tahunnya dari pemerintah daerah.

​Namun, anggaran tersebut menjadi tanda tanya besar. Kegiatan keorganisasian nyaris tidak terdengar gaungnya. Alih-alih menjalankan program kepemudaan atau sekadar merawat kebersihan gedung sekretariat, organisasi ini justru terkesan vakum dan tidak memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pemuda di Paluta.

​Kondisi ini memicu kekecewaan dan pertanyaan kritis dari berbagai elemen masyarakat, khususnya para pemuda. Timbul desakan untuk mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas dana hibah pembinaan yang mengalir ke tubuh KNPI Paluta selama ini.

“Cocok di audit ini anggarannya,” ujar Parsatuan Siregar dalam postingan tersebut.

“Menurut saya bangunan ini sangat baik dan dan bagus, sayangnya tidak menghadirkan manfaat bagi Paluta secara signifikan. Padahal Pemerintah cukup concern mendukung Ormas ini,” tambah Sali Simamora.

​Jika induk organisasinya saja tidak aktif dan gedungnya tak ubahnya seperti bangunan telantar, lantas ke mana larinya anggaran tahunan dan bagaimana pertanggungjawaban atas penggunaan dana tersebut.

18 Februari 2026

Protes Meluas, 'Barikade Sampah' Kini Membelah Jalan SM Raja Gunungtua

Foto: Tangkapan layar video kreator Sutan Paruhum Siregar.

PALUTA – Kekecewaan warga dan pedagang di kawasan Pasar Gunungtua, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) rupanya belum mereda. Menyambung aksi protes pada Selasa (17/2/2026) kemarin, gelombang protes masyarakat justru tampak meluas pada Rabu (18/2/2026) pagi.

​Berdasarkan pantauan terbaru dari rekaman video kreator Sutan Paruhum Siregar yang beredar luas, tumpukan sampah tidak hanya menumpuk di area persimpangan, tetapi kini sengaja dijejerkan memanjang di Jalan SM Raja yang hanya berjarak 300 meter dari peristiwa sebelumnya.

​Pemandangan memprihatinkan ini direkam langsung pada Rabu pagi. Dalam tayangan tersebut, terlihat jelas barisan keranjang bambu besar, karung, dan kantong plastik berisi limbah pasar diletakkan berjejer tepat di tengah badan jalan raya.

​Perekam video menyebutkan bahwa aksi nekat ini masih merupakan rentetan dari peristiwa kekesalan warga sehari sebelumnya. Hingga Rabu pagi, armada kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Paluta terpantau belum juga mengambil tindakan pengangkutan.

​Tidak hanya di tengah jalan, tempat pembuangan sampah di pinggir jalan raya pun kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. “Di samping saya ini juga banyak tumpukan sampah yang belum diangkut,” ujar Sutan Paruhum Siregar sambil menunjukkan keranjang sampah pinggir jalan yang sudah meluber.

​Aksi memindahkan limbah ke tengah jalan lintas ini merupakan bentuk protes keras terhadap lambannya kinerja DLH. Warga merasa geram lantaran limbah pasar dibiarkan menumpuk dan membusuk selama lebih dari sepekan.

​Kekecewaan warga semakin memuncak mengingat kondisi pasar yang kumuh ini terjadi tepat menjelang bulan suci Ramadan. Mereka menyayangkan lambannya respons pemerintah daerah di saat masyarakat tengah bersiap menyambut bulan ibadah yang identik dengan kebersihan.

Warga mendesak agar armada truk sampah segera diturunkan guna mengembalikan kebersihan dan kenyamanan di sekitar kota Gunungtua. Hingga berita ini diturunkan, tumpukan sampah yang sudah membusuk masih tampak bertumpuk di sepanjang jalan SM Raja Gunungtua.

17 Februari 2026

Kecewa Sampah Menumpuk, Warga Paluta Protes Buang Sampah ke Tengah Jalan

Foto: Tumpukan sampah berserakan di tengah jalan Simpang Empat Pasar Gunungtua, Selasa (17/2/2026).

PALUTA – Kekecewaan warga dan pedagang di kawasan Pasar Gunungtua, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) akhirnya memuncak. Sebagai bentuk protes, mereka nekat membuang tumpukan sampah ke tengah jalan raya di Simpang Empat Pasar Gunungtua, Selasa (17/2/2026).

​Aksi pemblokiran jalan dengan 'barikade sampah' ini merupakan bentuk protes keras terhadap kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Paluta. Warga geram lantaran limbah di area pasar dibiarkan menumpuk dan membusuk selama lebih dari sepekan tanpa adanya pengangkutan dari petugas kebersihan.

​Berdasarkan rekaman siaran langsung kreator konten lokal, Dahlan Saputra Siregar, tampak sejumlah pria bergotong-royong memindahkan keranjang bambu dan karung plastik berisi limbah pasar. Tumpukan sampah organik dan plastik tersebut kemudian dijejerkan memanjang, membelah badan jalan.

​Spontanitas warga ini seketika mengganggu arus lalu lintas. Ratusan kendaraan, mulai dari sepeda motor hingga truk tangki besar, terpaksa melambatkan laju dan ekstra hati-hati untuk menghindari gunungan sampah yang berserakan di aspal.

​Dalam siarannya, Dahlan mengungkapkan bahwa aksi nekat ini adalah langkah terakhir agar keluhan masyarakat didengar oleh Pemerintah Daerah.

​“Ini sampah yang tidak diangkut oleh dinas terkait. Ini adalah bentuk protes masyarakat agar segera dibersihkan. Sampah-sampah ini mencoreng nama baik Kabupaten Padang Lawas Utara,” ujarnya dengan nada kesal.

​Lebih lanjut, warga juga menyoroti ironi kondisi pasar yang kumuh menjelang bulan suci Ramadan. Mereka sangat menyayangkan lambannya respons pemerintah di saat masyarakat tengah bersiap menyambut bulan ibadah.

​“Padahal dalam menyambut Ramadan kita seharusnya bersih-bersih, tapi ternyata di Pasar Gunungtua malah kotor-kotoran. Sampah sudah berminggu-minggu tidak dibersihkan,” tambahnya dengan nada kecewa.

​Melalui aksi ini, masyarakat secara terbuka menuntut tanggung jawab dari Kepala DLH serta Bupati Paluta. Warga mendesak agar armada truk sampah segera diturunkan hari ini juga guna mengembalikan kebersihan dan kenyamanan di pusat perekonomian terbesar Kabupaten Paluta tersebut.

​Hingga berita ini diturunkan, tumpukan sampah masih mewarnai hiruk-pikuk lalu lintas di Simpang Empat Pasar Gunungtua, menanti tindakan nyata dan cepat dari instansi berwenang.

07 Februari 2026

Di Tengah Kelangkaan, Aksi Penimbunan BBM Terjadi Terang-terangan di Samping SPBU Gunungtua

Foto: Tangkapan layar beberapa orang sedang memindahkan minyak dari tangki ke jerigen, Sabtu (7/2/2026)

PALUTA - Di tengah kondisi pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terbatas dan dikeluhkan masyarakat di Gunungtua, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), praktik dugaan penimbunan BBM justru berlangsung secara terang-terangan.

​​Dugaan praktik ilegal ini mencuat setelah beredar unggahan di media sosial Facebook Asroy Benny Noor Harahap yang memperlihatkan aktivitas mencurigakan di sekitar SPBU Gunungtua. Dalam dokumentasi tersebut, sejumlah oknum tampak sibuk menguras BBM dari tangki sepeda motor yang diduga sebagai modus pelansir untuk kemudian dipindahkan ke dalam jerigen penampungan.

​Modus yang digunakan para pelaku adalah dengan mengisi BBM menggunakan sepeda motor, lalu menyalinnya ke wadah penampungan di lokasi yang berdekatan.

​Tak tanggung-tanggung, di lokasi tersebut tampak tumpukan jerigen berisi BBM yang diperkirakan mencapai sedikitnya 200 liter. Pemandangan ini menjadi ironi mengingat masyarakat umum sedang kesulitan mendapatkan pasokan bahan bakar yang memadai.

Menanggapi fenomena ini, Ali Yahya, salah seorang warga Paluta yang kerap mengisi BBM di lokasi tersebut, mengaku geram. 

​“Dari dulu begitu-begitu saja, tidak ada tindakan nyata dari aparat atau pihak berwenang. Oknum-oknum ini melenggang bebas, bahkan kami menduga kuat ada kerja sama dengan petugas SPBU,” ujar Ali dengan nada kecewa, Sabtu (7/2/2026).

​Ali menjelaskan dampak nyata dari pembiaran ini sangat merugikan masyarakat kecil. Pasokan BBM di SPBU sering kali habis dalam waktu singkat, memaksa warga membeli di tingkat pengecer dengan harga selangit.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan penertiban dari pihak berwenang terkait aktivitas yang berpotensi melanggar hukum dan memperparah kelangkaan BBM di wilayah Padang Lawas Utara tersebut.

03 Februari 2026

L300 Hantam Truk Hino di Jalinsum Nabundong Paluta, Supir dan Penumpang Dilarikan ke Rumah Sakit

Foto: Kondisi kendaraan L300 tampak ringsek.

PALUTA - Kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) yang melibatkan angkutan umum terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) KM 22-23, tepatnya di kawasan Nabundong, Desa Pamuntaran, Dusun Siholbung, Kecamatan Padang Bolak Julu, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Selasa (3/2/2026) pagi.

​Insiden yang terjadi sekitar pukul 08.15 WIB ini melibatkan satu unit mobil penumpang Minibus Mitsubishi Colt L300 (Taksi) kontra satu unit Truk Hino.

​Kapolres Tapanuli Selatan melalui Kapolsek Padang Bolak, AKP Abdul Hakim Harahap yang diwakili oleh Kanit Lantas Aipda Edi Saputra Siregar, membenarkan peristiwa tersebut.

​Berdasarkan keterangan Aipda Edi Saputra Siregar, kecelakaan bermula saat satu unit Minibus Mitsubishi Colt L300 dengan nomor polisi BK 1371 GU melaju dengan kecepatan sedang dari arah Padangsidimpuan menuju Gunungtua. Mobil taksi tersebut diketahui membawa enam orang penumpang.

​Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), di mana kondisi jalan menikung ke kiri (dari arah Padangsidimpuan), pengemudi L300 diduga kehilangan kendali hingga melebar ke jalur kanan jalan.

​“Saat mobil L300 melebar ke kanan jalan, dari arah berlawanan (Gunungtua menuju Padangsidimpuan) datang satu unit mobil Truk Hino bernopol B 9717 SYU. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, kecelakaan pun tak terhindarkan,” ujar Aipda Edi.

​Akibat benturan keras tersebut, bagian depan mobil L300 mengalami kerusakan parah. Pengemudi dan para penumpang taksi tersebut mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi oleh petugas dan warga setempat ke Puskesmas Aek Godang di Hulu Sihapas untuk mendapatkan pertolongan pertama.

​Aipda Edi menambahkan bahwa dua korban harus dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut akibat luka yang diderita.

​“Dua orang dirujuk ke RS TNI di Padangsidimpuan, yakni pengemudi taksi atas nama Muhammad Isnaini Siregar dan seorang penumpang atas nama Darma Sari Ritonga,” jelasnya.

​Saat ini, pihak kepolisian Unit Lantas Polsek Padang Bolak telah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti untuk proses penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.

26 Januari 2026

Viral Oknum Kades di Paluta Acungkan Pistol di Depan Warga

Foto: Ilustrasi.

DOLOK SIGOMPULON - Aksi layaknya "koboi" jalanan yang diperlihatkan oleh seorang oknum Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Dolok Sigompulon, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), akhirnya ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

​Insiden yang sempat viral di media sosial ini memicu keresahan mendalam bagi warga Desa Pulo Liman. Oknum Kades berinisial ADR diduga mengacungkan benda mirip senjata api ke arah warga, sebuah tindakan yang dinilai sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang pejabat publik.

​Merespons situasi yang memanas dan keresahan masyarakat yang meminta perlindungan hukum, Bhabinkamtibmas Polsek Dolok, Bripka Heriandi Rambe, segera melakukan pendekatan persuasif.

​Hasilnya, pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 22.00 WIB, ADR secara kooperatif menyerahkan senjata yang digunakannya dalam aksi tersebut kepada pihak berwajib. Langkah ini diambil sebagai upaya cooling system untuk meredam ketegangan di tengah masyarakat.

​Berdasarkan pemeriksaan barang bukti yang diamankan di Mapolsek Dolok, terungkap fakta mengenai senjata tersebut yang ternyata unit Airgun jenis Glock 19 berwarna hitam.

Kemudian, ADR juga diketahui memiliki kartu keanggotaan Mandala Shooting Club dengan masa berlaku hingga 6 Januari 2026.

​Meski memiliki kartu keanggotaan klub menembak, warga menilai aksi pamer senjata di ruang publik terlebih digunakan untuk mengintimidasi adalah tindakan arogan yang mencoreng citra pemimpin desa.

​“Masyarakat sempat resah dan meminta perlindungan hukum. Syukurlah pihak kepolisian cepat bertindak mengamankan unit tersebut agar situasi kembali kondusif,” ungkap salah seorang warga setempat.

​Saat ini, barang bukti Airgun tersebut telah diamankan di Mapolsek Dolok guna proses lebih lanjut dan memastikan keamanan serta ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Desa Pulo Liman tetap terjaga.

20 Januari 2026

Diduga Korsleting Listrik, Satu Unit Rumah Warga di Desa Sidingkat Ludes Terbakar

Foto: Petugas Damkar Paluta melakukan pemadaman.

SIDINGKAT – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman di Desa Sidingkat, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), pada Selasa pagi (20/08/2025). Satu unit rumah semi permanen dilaporkan hangus dilalap si jago merah.

​Peristiwa ini bermula sekitar pukul 08.20 WIB. Berdasarkan keterangan saksi mata, Dedi Edianto (28), api terlihat sudah membesar di bagian depan rumah. Melihat kondisi tersebut, saksi segera menghubungi Kepala Desa Sidingkat, Sahyuti Harahap, yang kemudian meneruskan laporan tersebut ke Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar).

​Merespons laporan tersebut, Kasatpol PP Paluta Indra Saputra Nasution memberangkatkan satu regu Damkar ke lokasi kejadian. Dengan gerak cepat petugas tiba di lokasi hanya dalam waktu 10 menit, tepatnya pukul 08.30 WIB, setelah menempuh jarak sekitar 5 KM dari pos jaga.

​“Sebanyak 3 unit armada Damkar serta 21 personel diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api,” ujar Kasatpol PP Paluta Indra Saputra Nasution.

Indra menambahkan, ​penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari arus pendek listrik (korsleting). 

“Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Saat ini, petugas telah berhasil menguasai api dan situasi di lokasi kejadian sedang dalam tahap pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang menyala kembali,” pungkasnya.

15 Januari 2026

Mayat Pria Asal Padangsidimpuan Ditemukan Tewas di Aliran Sungai Hutan Nabundong

Foto: Tim Inafis Polres Tapsel melakukan identifikasi mayat korban.

PAMUNTARAN – Keheningan Desa Pamuntaran, Kecamatan Padang Bolak Julu, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), mendadak pecah pada Kamis (15/1/2026). Warga setempat digegerkan oleh penemuan sesosok mayat laki-laki yang tergeletak kaku di aliran Sungai Hutan Nabundong.

​Korban yang mengenakan kaos merah dan celana hitam tersebut ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah dilakukan proses identifikasi oleh pihak kepolisian, diketahui korban bernama Zulfikar Sahala Rambe (48), seorang wiraswasta yang tercatat sebagai warga Jalan Dr. Pinayungan, Gang Bersama, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan.

​Peristiwa bermula sekitar pukul 10.00 WIB, saat seorang warga bernama Jamaluddin Harahap (35) hendak memeriksa saluran air di kawasan Hutan Nabundong. Jamaluddin terpaksa menyusuri hutan karena aliran air ke rumahnya mendadak mati.

​Saat sedang menelusuri jalur pipa di tepian sungai, Jamaluddin melihat sesosok tubuh manusia dalam posisi miring ke kanan di aliran parit sungai kecil. Temuan tersebut segera ia laporkan kepada saksi lainnya, Kamis Siregar (60), yang kemudian diteruskan ke Pemerintah Desa dan Polsek Padang Bolak.

​Merespons laporan warga, tim gabungan yang terdiri dari Personel Polsek Padang Bolak, Tim Inafis, dan KBO Reskrim Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) segera terjun ke lokasi.  Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang berada di dekat jenazah. Barang-barang pribadi yang diduga milik korban antara lain satu buah jaket, tas sandang, sepasang sandal karet, dan ponsel Samsung berwarna biru dengan kondisi layar pecah.

​Namun, petugas juga menemukan benda-benda lain yang memicu dugaan tertentu terkait penyebab kematian korban. Sekitar dua meter dari posisi mayat, ditemukan satu botol racun rumput merk Gromoxone yang masih berisi cairan, lengkap dengan tutupnya yang terpisah, serta sebilah pisau cutter. Petugas juga mendapati adanya bekas muntahan nasi di sekitar lokasi.

​Berdasarkan pemeriksaan luar sementara, ditemukan luka sayatan bergaris-garis pada lengan tangan kanan korban. Selain itu, kondisi mayat diperkirakan sudah meninggal beberapa waktu sebelum ditemukan, ditandai dengan adanya telur lalat pada bagian mulut korban.

​Proses evakuasi berlangsung dramatis melibatkan tim gabungan TNI-Polri, 10 personel BPBD Kabupaten Paluta, dan dibantu sekitar 50 orang warga desa. Jenazah Zulfikar Sahala Rambe kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Gunungtua untuk menjalani visum et repertum.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai motif atau penyebab pasti kematian korban, apakah murni bunuh diri atau ada indikasi tindak pidana lain. Polisi masih terus melakukan penyelidikan mendalam dan mengumpulkan keterangan dari para saksi.

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi