![]() |
| Foto: Kondisi kantor KNPI Paluta, Jumat (20/2/2026). |
PALUTA – Kondisi memprihatinkan terlihat pada gedung sekretariat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta). Berdasarkan pantauan di lokasi oleh kreator Akhir Septemriady Rame, pada Jumat (20/2/2026), kantor yang seharusnya menjadi pusat pergerakan dan kreativitas generasi muda tersebut tampak mati suri, terbengkalai, dan dikepung oleh semak belukar yang rimbun.
Kesan tak terurus langsung menyapa siapa saja yang melintas di depan gedung ini. Rerumputan liar menjulang tinggi, nyaris menutupi akses jalan masuk utama. Pintu dan jendela tampak tidak terkunci rapat dengan lapisan debu tebal, menjadi saksi bisu bahwa sudah sangat lama tidak ada denyut aktivitas manusia di dalamnya. Fasilitas yang dibangun menggunakan uang rakyat ini seolah dibiarkan lapuk dimakan usia dan cuaca.
Ironisnya, pemandangan gedung yang mangkrak ini berbanding terbalik dengan kucuran dana yang didapatkan. Sebagai induk organisasi kepemudaan, KNPI Paluta diketahui selalu dialokasikan dan menerima kucuran anggaran pembinaan setiap tahunnya dari pemerintah daerah.
Namun, anggaran tersebut menjadi tanda tanya besar. Kegiatan keorganisasian nyaris tidak terdengar gaungnya. Alih-alih menjalankan program kepemudaan atau sekadar merawat kebersihan gedung sekretariat, organisasi ini justru terkesan vakum dan tidak memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pemuda di Paluta.
Kondisi ini memicu kekecewaan dan pertanyaan kritis dari berbagai elemen masyarakat, khususnya para pemuda. Timbul desakan untuk mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas dana hibah pembinaan yang mengalir ke tubuh KNPI Paluta selama ini.
“Cocok di audit ini anggarannya,” ujar Parsatuan Siregar dalam postingan tersebut.
“Menurut saya bangunan ini sangat baik dan dan bagus, sayangnya tidak menghadirkan manfaat bagi Paluta secara signifikan. Padahal Pemerintah cukup concern mendukung Ormas ini,” tambah Sali Simamora.
Jika induk organisasinya saja tidak aktif dan gedungnya tak ubahnya seperti bangunan telantar, lantas ke mana larinya anggaran tahunan dan bagaimana pertanggungjawaban atas penggunaan dana tersebut.
