![]() |
| Foto: Tim Inafis Polres Tapsel melakukan identifikasi mayat korban. |
PAMUNTARAN – Keheningan Desa Pamuntaran, Kecamatan Padang Bolak Julu, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), mendadak pecah pada Kamis (15/1/2026). Warga setempat digegerkan oleh penemuan sesosok mayat laki-laki yang tergeletak kaku di aliran Sungai Hutan Nabundong.
Korban yang mengenakan kaos merah dan celana hitam tersebut ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah dilakukan proses identifikasi oleh pihak kepolisian, diketahui korban bernama Zulfikar Sahala Rambe (48), seorang wiraswasta yang tercatat sebagai warga Jalan Dr. Pinayungan, Gang Bersama, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan.
Peristiwa bermula sekitar pukul 10.00 WIB, saat seorang warga bernama Jamaluddin Harahap (35) hendak memeriksa saluran air di kawasan Hutan Nabundong. Jamaluddin terpaksa menyusuri hutan karena aliran air ke rumahnya mendadak mati.
Saat sedang menelusuri jalur pipa di tepian sungai, Jamaluddin melihat sesosok tubuh manusia dalam posisi miring ke kanan di aliran parit sungai kecil. Temuan tersebut segera ia laporkan kepada saksi lainnya, Kamis Siregar (60), yang kemudian diteruskan ke Pemerintah Desa dan Polsek Padang Bolak.
Merespons laporan warga, tim gabungan yang terdiri dari Personel Polsek Padang Bolak, Tim Inafis, dan KBO Reskrim Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) segera terjun ke lokasi. Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang berada di dekat jenazah. Barang-barang pribadi yang diduga milik korban antara lain satu buah jaket, tas sandang, sepasang sandal karet, dan ponsel Samsung berwarna biru dengan kondisi layar pecah.
Namun, petugas juga menemukan benda-benda lain yang memicu dugaan tertentu terkait penyebab kematian korban. Sekitar dua meter dari posisi mayat, ditemukan satu botol racun rumput merk Gromoxone yang masih berisi cairan, lengkap dengan tutupnya yang terpisah, serta sebilah pisau cutter. Petugas juga mendapati adanya bekas muntahan nasi di sekitar lokasi.
Berdasarkan pemeriksaan luar sementara, ditemukan luka sayatan bergaris-garis pada lengan tangan kanan korban. Selain itu, kondisi mayat diperkirakan sudah meninggal beberapa waktu sebelum ditemukan, ditandai dengan adanya telur lalat pada bagian mulut korban.
Proses evakuasi berlangsung dramatis melibatkan tim gabungan TNI-Polri, 10 personel BPBD Kabupaten Paluta, dan dibantu sekitar 50 orang warga desa. Jenazah Zulfikar Sahala Rambe kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Gunungtua untuk menjalani visum et repertum.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai motif atau penyebab pasti kematian korban, apakah murni bunuh diri atau ada indikasi tindak pidana lain. Polisi masih terus melakukan penyelidikan mendalam dan mengumpulkan keterangan dari para saksi.
