Pengurus PCNU dan Muslimat NU Paluta Masa Khidmat 2026-2031 Resmi Dilantik
![]() |
| Pengurus PCNU Paluta masa khidmat 2026-2031. |
PALUTA – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) masa khidmat 2026–2031 secara resmi dilantik di Gedung Serbaguna Kantor Bupati Paluta, Jumat (30/10/2026).
Berdasarkan surat keputusan pengesahan kepengurusan, jajaran PCNU Kabupaten Paluta dipimpin oleh Rais Syuriyah H. Amir Mahmud Hasibuan, S.Ag., dan Katib Imom Mulia Harahap, S.H.I.. Jajaran Tanfidziyah dinakhodai oleh Ketua H. Abdul Mutholib Siregar, M.Pd., didampingi Sekretaris Martua Raja Daulay, S.Ag., serta Bendahara Lina Harahap, M.Pd.I..
Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Paluta juga dikukuhkan di bawah kepemimpinan Dra. Hj. Rosidah, S.Pd.I., sebagai Ketua., Hj. Darwisah, S.Ag, sebagai Sekretaris dan Hj. Sarinah Siregar sebagai Bendahara.
Bupati Paluta, H. Reski Basyah Harahap, S.STP., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan amanah besar untuk berkhidmat kepada umat. Ia mengajak PCNU dan Muslimat NU untuk turut serta membangun sumber daya manusia di Paluta agar tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga penguatan iman dan akhlak.
“Hal ini selaras dengan visi pemerintah untuk mewujudkan keberlanjutan pembangunan Paluta yang Beriman, Cerdas, Maju, dan Beradab,” ujar Bupati Reski.
Menanggapi harapan tersebut, Ketua PCNU Paluta, H. Abdul Mutholib Siregar, menyatakan komitmen organisasinya melalui tiga fokus utama, yakni bersinergi, berkolaborasi, dan bermanfaat. Pihaknya bersama seluruh badan otonom (banom) dan lembaga NU siap bahu-membahu menyukseskan visi dan misi Bupati Paluta.
Turut hadir memberikan arahan strategis, Ketua PWNU Sumatera Utara, KH. Dr. Marahalim Harahap, M.Hum. Ia meminta Pemkab Paluta untuk memberikan perhatian yang adil dan setara kepada seluruh 12 banom dan 18 lembaga di bawah naungan NU.
KH. Marahalim juga menegaskan posisi strategis NU yang tidak berada di garis oposisi, melainkan terus bersinergi dengan pemerintah. Ia menginstruksikan jajaran pengurus baru untuk menjadi pelopor pelestarian paham Ahlussunnah wal Jamaah serta mengimbau para nahdliyin agar tidak mudah terprovokasi oleh peredaran informasi yang tidak valid di media sosial.
