Sebagai wujud komitmen nyata dalam mendukung dunia pendidikan dan meningkatkan kualitas layanan perbankan di lingkungan kampus, BRI Regional Office Jakarta 1 meresmikan Kantor Kas (KK) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sekaligus menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa kendaraan operasional kepada pihak universitas pada Rabu, 25 Februari 2026.
Peresmian Kantor Kas Baru
Peresmian kantor kas ini dilakukan secara simbolis melalui pemotongan pita oleh Regional CEO (RCEO) BRI Region 6 Jakarta 1, Bapak Hendra Winata, didampingi oleh Regional Business Support Head (RBSH) Region 6, Bapak Fandi Imawan.
Kehadiran Kantor Kas di lingkungan UNJ ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses layanan perbankan yang lebih cepat dan efisien bagi seluruh civitas akademika, mulai dari dosen, staf, hingga mahasiswa.
Dukungan CSR untuk Operasional Kampus
Selain peresmian kantor kas, BRI juga menyerahkan bantuan kendaraan CSR kepada pihak Universitas Negeri Jakarta. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Bapak Hendra Winata dan Bapak Fandi Imawan kepada jajaran pimpinan UNJ. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang mobilitas dan kelancaran kegiatan operasional di lingkungan kampus.
Kehadiran Jajaran Manajemen
Kegiatan ini juga turut disaksikan oleh Area Head Jakarta Timur, Bapak Andi Halim Rahman, serta Pemimpin Cabang BRI Rawamangun, Bapak Mohammad Arief Prabowo. Sinergi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BRI untuk memperkuat hubungan strategis dengan institusi pendidikan tinggi di Indonesia.
"Kerja sama ini bukan sekadar tentang layanan perbankan, melainkan wujud kepedulian BRI melalui program BRI Peduli untuk mendukung kemajuan pendidikan nasional melalui penyediaan fasilitas yang memadai," ujar Bapak Hendra Winata di sela-sela acara.
Tentang PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 6/Jakarta 1
KAN Strategic resmi hadir di Batam pada Agustus 2025 sebagai mitra strategis bagi pelaku usaha yang ingin bertumbuh dengan fondasi yang kuat. Didirikan oleh Khusuf Komarhana, praktisi hukum dan kepatuhan korporasi, KAN Strategic berfokus pada manajemen hukum, kepatuhan, pengembangan bisnis, dan tata kelola perusahaan. Dengan pendekatan strategis yang disesuaikan dengan tahap pertumbuhan setiap usaha, KAN Strategic mendampingi pebisnis pemula, UMKM, hingga investor regional untuk membangun struktur bisnis yang sehat, adaptif, dan siap berkembang di pasar Indonesia.
Mendampingi Pelaku Usaha Bertumbuh dan Menggapai Mimpi
Setiap bisnis selalu dimulai dari mimpi. Ada yang ingin membangun usaha keluarga, ada yang ingin membawa produknya menembus pasar regional, ada juga yang ingin membangun sesuatu yang berdampak lebih besar dari dirinya sendiri.
Di Batam, mimpi-mimpi itu tumbuh cepat. Kotanya dinamis, peluangnya terbuka, dan semangat wirausahanya terasa. Tapi pertumbuhan yang sehat tetap butuh arah, struktur, dan partner yang tepat termasuk strategi legal yang disesuaikan dengan tahap pertumbuhan bisnis itu sendiri.
Dari kebutuhan itulah KAN Strategic hadir.
Di balik berdirinya KAN Strategic adalah Khusuf Komarhana, seorang praktisi hukum dan kepatuhan korporasi yang selama bertahun-tahun terlibat langsung dalam pengelolaan regulasi, kontrak, dan tata kelola perusahaan di berbagai sektor industri.
Pengalaman tersebut membentuk satu keyakinan: tidak semua pendekatan yang digunakan perusahaan besar bisa langsung diterapkan pada bisnis yang baru tumbuh. Setiap usaha punya fase, kapasitas, dan kebutuhan strategis yang berbeda.
Alih-alih melihat hukum sebagai sesuatu yang kaku dan menakutkan, Khusuf melihatnya sebagai fondasi yang bisa membantu bisnis bertumbuh lebih percaya diri dengan struktur yang cukup kuat untuk melindungi, namun tetap luwes untuk berkembang.
“Saya percaya setiap usaha punya potensi besar. Tugas kami bukan hanya memastikan semuanya rapi secara legal, tapi membantu klien merasa yakin dengan langkah yang mereka ambil dengan strategi yang masuk akal untuk tahap mereka sekarang,” ujarnya.
Lebih dari Sekadar Layanan
KAN Strategic bukan firma hukum. Layanannya mencakup manajemen hukum dan kepatuhan usaha, pengembangan bisnis, tata kelola perusahaan, komunikasi publik, hingga branding.
Namun pendekatannya tetap sederhana: mulai dari percakapan.
Bagi KAN Strategic, hubungan dengan klien bukan transaksi jangka pendek, melainkan perjalanan bersama. Dari tahap ide, perintisan, ekspansi, hingga penguatan struktur bisnis semuanya dirancang agar selaras dengan visi jangka panjang klien, tanpa memaksakan struktur yang belum relevan bagi fase pertumbuhannya.
Bertumbuh dari Batam untuk Indonesia
Berbasis di Batam memberikan keunggulan tersendiri. Kota ini berada di posisi strategis, berdekatan dengan Singapura dan Malaysia, serta menjadi salah satu pintu masuk penting menuju pasar Indonesia.
Momentum ini membuka banyak peluang, baik bagi pebisnis lokal maupun investor regional. KAN Strategic ingin menjadi bagian dari pertumbuhan tersebut memastikan setiap langkah ekspansi dan pengembangan bisnis ditopang oleh fondasi yang kuat dan berkelanjutan.
“Kami ingin tumbuh bersama klien. Ketika bisnis mereka berkembang, di situlah keberhasilan kami juga,” kata Khusuf.
About PT KAN Harmoni Strategic
PT KAN Harmoni Strategic (KAN Strategic) adalah perusahaan penyedia layanan manajemen hukum dan pengembangan bisnis yang berbasis di Batam. Perusahaan ini mendampingi pebisnis pemula, pelaku UMKM, serta investor regional dalam membangun dan mengembangkan usaha di Indonesia secara strategis, adaptif, dan berkelanjutan.
Pemerintah India dan Indonesia mempertegas kemitraan strategis di sektor baja dan mineral kritis melalui forum tingkat tinggiIndia–Indonesia Critical Minerals Conferenceyang digelar di Hotel JW Marriott Jakarta, Selasa (24/2/2026). Konferensi ini diselenggarakan oleh Kedutaan Besar India di Jakarta bersama Indonesian Chamber of Commerce in India (IndCham), dan mempertemukan pejabat pemerintah, pelaku industri, asosiasi pertambangan, hingga lembaga keuangan dari kedua negara.
Forum ini menjadi momentum penting dalam kunjungan resmi Secretary Ministry of Steel Pemerintah India ke Indonesia, sekaligus menandai keseriusan kedua negara dalam memperkuat kerjasama rantai pasok baja dan mineral strategis di tengah meningkatnya kebutuhan global terhadap nikel, baja nirkarat, dan bahan baku transisi energi.
Komitmen Tingkat Tinggi Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis
Konferensi dibuka oleh Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, yang menekankan bahwa India memandang Indonesia sebagai mitra kunci dalam arsitektur rantai pasok mineral global.
“Acara ini membuka berbagai peluang baru di mana perusahaan Indonesia dan India dapat bekerja sama lebih erat dalam membangun ketahanan rantai pasok dan menciptakan nilai tambah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi kedua negara tidak hanya berorientasi pada perdagangan bahan mentah, tetapi juga pada pengembangan industri hilir dan investasi jangka panjang.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Sandeep Poundrik, Secretary di Ministry of Steel Government of India. Ia menyoroti ambisi India dalam meningkatkan kapasitas produksi baja nasional secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan, yang membutuhkan dukungan pasokan bahan baku yang stabil dan berkelanjutan.
“India sedang dalam fase ekspansi besar industri bajanya. Untuk itu, kemitraan dengan negara produsen seperti Indonesia menjadi sangat strategis,” katanya.
Dari pihak Indonesia, Jisman P. Hutajulu, Staf Ahli Menteri ESDM untuk Perencanaan Strategis, menekankan pentingnya sinergi kebijakan antara kedua negara dalam mendukung hilirisasi dan transisi energi.
Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menambahkan bahwa penguatan sektor mineral kritis juga harus didukung oleh transformasi digital dan tata kelola berbasis teknologi. Ia menyebut bahwa digitalisasi rantai pasok akan meningkatkan transparansi, efisiensi, dan daya saing global.
Dengan kehadiran pejabat tinggi dan pelaku industri utama dari kedua negara, konferensi ini menjadi ruang strategis untuk membahas ketahanan rantai pasok baja, kebijakan mineral kritis, investasi, serta penguatan kerja sama industri Indonesia–India secara lebih konkret.
Ketahanan Rantai Pasok Baja dan Bahan Baku
Forum berlanjut dengan presentasi yang disampaikan oleh Subrato Kumar Ghosh, Practice Leader and Corporate Consultant di SRK Consulting.
Ia memaparkan lanskap global mineral kritis dari sudut pandang geologi, eksplorasi, serta kelayakan proyek tambang. Menurutnya, lonjakan permintaan terhadap nikel, kobalt, dan mineral strategis lainnya didorong oleh percepatan kendaraan listrik dan energi terbarukan.
Namun, ia menegaskan bahwa kekuatan cadangan saja tidak cukup. Proyek tambang harus memenuhi standar pelaporan internasional, memiliki tata kelola yang transparan, serta mampu menarik pembiayaan global agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
Membangun Ketahanan Rantai Pasok Baja di Tengah Ketidakpastian Global
Diskusi Panel 1 bertajuk Steel & Raw Materials Supply Chain Resilience berlangsung dinamis dengan fokus pada ketahanan rantai pasok baja dan bahan baku strategis. Panel dimoderatori oleh Abhijit Narendra, Joint Secretary di Ministry of Steel Government of India, yang membuka diskusi dengan menekankan bahwa dunia saat ini menghadapi tantangan gangguan pasokan akibat dinamika geopolitik, volatilitas harga komoditas, dan kebijakan proteksionisme.
Ia menyampaikan bahwa India tengah memperluas kapasitas baja nasional secara signifikan dan membutuhkan mitra yang dapat menjamin pasokan bahan baku jangka panjang. “Ketahanan rantai pasok bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan strategis,” ujarnya.
Manish Raj Gupta dari Steel Authority of India Limited menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas produksi baja India harus diiringi dengan diversifikasi sumber bahan baku. Ia menekankan pentingnya kemitraan dengan negara produsen seperti Indonesia agar ketergantungan pada satu kawasan dapat dikurangi.
Sementara itu, Vijay Sharma dari Jindal Stainless Limited menyoroti pentingnya integrasi hulu dan hilir dalam industri stainless steel. Ia menyatakan bahwa kestabilan pasokan nikel dan bahan baku lainnya sangat menentukan daya saing industri baja nirkarat India di pasar global. “Kolaborasi jangka panjang akan menciptakan kepastian bagi industri dan investor,” katanya.
Dari sisi Indonesia, Hernowo dari PT Krakatau Steel menegaskan bahwa industri baja nasional tengah bertransformasi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Ia menyambut baik peluang kolaborasi dengan India dalam bidang teknologi, pembiayaan, serta pengembangan pasar regional.
Rori Surya Perdana dari Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia mengingatkan bahwa ketahanan industri baja juga bergantung pada ketersediaan energi. Ia menekankan bahwa batubara metalurgi tetap menjadi komponen penting dalam proses produksi baja konvensional.
Perspektif investor disampaikan oleh Anirudh Misra dari IMR Group, yang menekankan bahwa proyek-proyek tambang dan baja memerlukan stabilitas kebijakan dan kepastian hukum. “Investor membutuhkan kejelasan regulasi dan visi jangka panjang,” ujarnya.
Sementara itu, Patricia Lumbangaol dari PT Adaro Minerals Indonesia Tbk menyoroti potensi mineral metalurgi Indonesia yang dapat mendukung industri baja regional. Yohanes Kurniawan dari Indonesian Stainless Steel Development Association menambahkan bahwa penguatan industri stainless steel domestik harus diiringi kolaborasi teknologi dan pengembangan pasar.
Secara keseluruhan, panel ini menegaskan bahwa kemitraan Indonesia dan India memiliki fondasi kuat untuk membangun rantai pasok baja yang lebih tangguh, terdiversifikasi, dan berkelanjutan.
Indonesia dan Strategi Pengendalian Pasar Nikel
Sesi selanjutnya dibuka oleh Meidy Katrin Lengkey, Sekretaris Jenderal Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI).
Ia menyampaikan bahwa Indonesia kini menguasai sekitar 65 hingga 67 persen pasokan nikel dunia.
“Indonesia sekarang terlihat seperti OPEC-nya nikel. Kami adalah pengendali. Kami adalah penentu pasar,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kebijakan pengurangan kuota produksi 2026 telah mendorong kenaikan harga global secara cepat, sebagai bagian dari upaya menyeimbangkan surplus pasar.
Selain itu, ia memaparkan keberhasilan hilirisasi nikel sejak larangan ekspor bijih mentah diberlakukan, yang kini menghasilkan puluhan fasilitas pengolahan dan produksi bahan baku baterai.
Ia juga mengajak investor India untuk masuk lebih aktif dalam ekosistem hilirisasi nikel Indonesia.
Mineral Kritis dan Perebutan Masa Depan Industri Global
Panel kedua bertajuk Critical Minerals: Policy, Technology and Future memperluas diskusi ke sektor mineral kritis yang menjadi tulang punggung transisi energi global.
Diskusi menghadirkan Charles Kho dari HSBC, Amitava Mukherjee dari NMDC Ltd, Manoj Kumar Behera dari PT Jindal Steel, serta Luke Mahony dari Danantara.
Amitava Mukherjee menekankan bahwa mineral kritis kini menjadi isu strategis nasional bagi banyak negara. Ia menyebut bahwa kerja sama antarnegara produsen dan konsumen menjadi kunci dalam menciptakan rantai pasok yang stabil. “Keamanan pasokan mineral adalah bagian dari keamanan ekonomi,” ujarnya.
Manoj Kumar Behera menyoroti peluang integrasi industri baja dan nikel antara Indonesia dan India. Menurutnya, kolaborasi dalam pengolahan dan hilirisasi akan menciptakan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan sekadar perdagangan bahan mentah.
Dari perspektif pembiayaan dan manajemen kinerja, Luke Mahony menekankan pentingnya efisiensi operasional dan tata kelola yang kuat agar proyek-proyek mineral kritis tetap kompetitif. Ia menyebut bahwa investor global kini semakin memperhatikan aspek keberlanjutan dan transparansi.
Charles Kho dari HSBC menambahkan bahwa lembaga keuangan global siap mendukung proyek mineral kritis yang memenuhi standar tata kelola dan keberlanjutan internasional. “Proyek yang memiliki kepastian regulasi dan standar ESG yang jelas akan lebih mudah mendapatkan pembiayaan,” katanya.
Panel ini menggarisbawahi bahwa masa depan industri global akan sangat ditentukan oleh bagaimana negara produsen dan konsumen membangun kemitraan yang berbasis teknologi, kebijakan yang adaptif, serta investasi berkelanjutan
Awal Babak Baru Kemitraan Industri
Acara ditutup oleh Bijay Selvaraj, Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar India di Jakarta.
Ia menyebut acara ini sangat sukses dan membuka banyak peluang konkret bagi perusahaan kedua negara.
“Acara ini telah membuka beberapa jalan baru di mana perusahaan Indonesia dan India dapat bekerja sama,” ujarnya.
Forum ini menandai penguatan diplomasi ekonomi Indonesia–India, khususnya di sektor baja dan mineral kritis yang semakin strategis dalam peta ekonomi global.
Foto: BPN melakukan pengecekan titik koordinat lokasi lahan, Rabu (21/1/2026).
GUNUNG MANAON I – Konflik agraria seluas 840 hektare di Desa Gunung Manaon I, Kecamatan Portibi, memasuki babak baru. Tim Terpadu Pengawas Perkebunan Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) menggandeng Badan Pertanahan Nasional (BPN) melakukan verifikasi langsung ke lokasi sengketa, Rabu (21/1/2026).
Lahan tersebut menjadi objek sengketa antara masyarakat Desa Gunung Manaon I dengan PT Hexa Setia Sawita yang diduga telah menguasai lahan selama puluhan tahun.
Koordinator Tim Terpadu, Sarifuddin Harahap, mengatakan tim turun untuk mengambil titik koordinat dan memvalidasi klaim masyarakat. "Kami menunggu hasil resmi dari BPN. Nanti hasilnya akan dilaporkan ke Bupati untuk menentukan langkah penyelesaian selanjutnya," kata Sarifuddin di lokasi.
Turut hadir mengawal proses ini Wakil Ketua DPRD Samsul Bahri Daulay dan Jonner P. Harahap, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Paluta. Kehadiran lintas instansi ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menengahi konflik tersebut secara transparan.
Di sisi lain, warga menaruh harapan besar pada verifikasi ini. Abdi Siregar, perwakilan masyarakat, mendesak agar hasil verifikasi segera diterbitkan.
“Kejelasan status lahan ini sangat dinantikan masyarakat yang memperjuangkan hak turun-temurun mereka. Kami harap pemerintah bisa mengambil keputusan yang adil,” tegas Abdi.
Kebutuhan Besi Expanded Metal untuk proyek industri dan konstruksi di Semarang dan Kudus terus meningkat, seiring berkembangnya kawasan industri, gudang, dan bangunan komersial di Jawa Tengah. Pemilihan supplier yang tepat menjadi faktor penting agar proyek berjalan efisien, aman, dan sesuai standar teknis.
Material Inovasi Industri hadir sebagai supplier besi expanded metal terpercaya di Jawa Tengah, melayani kebutuhan proyek skala kecil hingga industri besar dengan kualitas material terjamin dan pengiriman tepat waktu.
Besi Expanded Metal untuk Proyek Industri di Jawa Tengah
Besi Expanded Metal merupakan material logam berbentuk lembaran dengan pola jaring yang dihasilkan melalui proses penarikan (expanding). Struktur ini membuat material memiliki kekuatan tinggi tanpa menambah bobot berlebih, sehingga sangat cocok digunakan pada berbagai aplikasi industri.
Di wilayah Pantura, besi expanded metal banyak digunakan untuk:
1. Lantai pabrik & workshop
2. Tangga industri & catwalk
3. Pagar pengaman area produksi
4. Ventilasi & pelindung mesin
Untuk kebutuhan material industri lainnya, Anda juga dapat melihat produk material besi dan baja industri yang tersedia di Material Inovasi Industri sebagai solusi satu pintu untuk proyek Anda.
Keunggulan Besi Expanded Metal dari Material Inovasi Industri
Memilih supplier lokal yang memahami kebutuhan area Jawa Tengah memberikan banyak keuntungan. Berikut alasan mengapa kontraktor dan industri mempercayakan pembelian Besi Expanded Metal kepada kami:
Material Kuat & Standar Industri
Besi expanded metal yang kami sediakan menggunakan bahan baja berkualitas dengan ketahanan tinggi terhadap beban dan pemakaian jangka panjang.
Spesifikasi Lengkap & Fleksibel
Tersedia berbagai ukuran mesh, ketebalan, dan tipe expanded metal yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek di Jawa Tengah.
Pengiriman Cepat Area Jawa Tengah
Lokasi distribusi kami mendukung pengiriman efisien ke Semarang, Kudus, dan sekitarnya, sehingga proyek Anda tidak terkendala waktu.
Untuk kebutuhan struktur lain seperti plat besi atau material pendukung konstruksi, kami juga menyediakan berbagai pilihan produk yang bisa dikombinasikan dengan expanded metal.
Supplier Besi Expanded Metal untuk Proyek di Jawa Tengah!
Sebagai wilayah industri dan perdagangan, Jawa Tengah membutuhkan material yang tidak hanya kuat, tetapi juga ekonomis dan mudah diaplikasikan. Besi Expanded Metal menjadi pilihan ideal karena:
1. Lebih hemat material dibanding besi solid
2. Sirkulasi udara optimal
3. Mudah dipasang dan dirawat
4. Tahan lama untuk penggunaan industri
Material Inovasi Industri telah melayani berbagai kebutuhan proyek di Jawa Tengah, mulai dari pabrik, gudang, hingga bangunan komersial.
Harga Besi Expanded Metal Kompetitif di Jawa Tengah
Kami memahami bahwa setiap proyek memiliki anggaran yang berbeda. Oleh karena itu, Material Inovasi Industri menawarkan harga besi expanded metal yang kompetitif, dengan penyesuaian spesifikasi sesuai kebutuhan Anda.
Untuk estimasi biaya yang lebih akurat, Anda dapat menghubungi tim kami dan sekaligus berkonsultasi mengenai jenis expanded metal yang paling sesuai untuk aplikasi proyek Anda.
Hubungi Supplier Besi Expanded Metal Jawa Tengah Sekarang
Jika Anda sedang mencari supplier besi expanded metal di Jawa Tengah, jangan ragu untuk menghubungi Material Inovasi Industri.
- Konsultasi spesifikasi gratis
- Penawaran harga terbaik untuk proyek Jawa Tengah
- Stok siap & pengiriman cepat
Hubungi Material Inovasi Industri sekarang dan pastikan proyek Anda menggunakan Besi Expanded Metal berkualitas tinggi yang aman, kuat, dan efisien.
Tentang PT Material Inovasi Industri
PT Material Inovasi industri adalah distributor besi terpercaya Semarang berlokasi di Ngaliyan, Semarang. Siap memenuhi kebutuhan material bangunan Anda dengan harga bersaing dan kualitas terbaik.
Alamat
Jl. Walisongo No.42, Purwoyoso, Kec. Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah 50159
Menurut Bram Hertasning, logistik merupakan tulang punggung rantai pasok yang telah berkembang sejak awal peradaban hingga era modern sebagai penopang utama perekonomian. Penerapan transportasi multimoda dinilai menjadi strategi krusial untuk menurunkan biaya logistik nasional sekaligus meningkatkan konektivitas dan keberlanjutan.
Logistik bukanlah hal baru. Dalam benak penulis, logistik merupakan tulang punggung rantai pasok yang memastikan produk berada di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, serta dengan biaya serendah mungkin.
Jika ditarik lebih jauh, jejak logistik bermula sejak peradaban manusia pertama, ketika manusia mulai menyadari kebutuhan untuk memasok dan memindahkan barang demi kelangsungan hidup.
Kekaisaran Mesir (3300 SM hingga 332 SM) telah mengembangkan teknik transportasi dan penyimpanan guna menjaga kestabilan pasokan makanan serta komoditas dasar. Sementara itu, Kekaisaran Romawi (27 SM hingga 476 M) membangun jaringan jalur darat yang dikenal sebagai jalan Romawi untuk mendukung pengangkutan barang, terutama pasukan, ke seluruh wilayah kekuasaannya.
Selain itu, salah satu jalur perdagangan paling terkenal, Jalur Sutra, menjadi penghubung utama antara Timur dan Barat. Dengan demikian, selama berabad-abad logistik telah memasok kebutuhan manusia sejak awal peradaban.
Memasuki era modern, peran logistik tetap krusial. Karena pentingnya sektor ini, World Bank mengembangkan sebuah alat analisis yang kerap dijadikan acuan dalam perumusan kebijakan serta tolok ukur industri logistik dunia, yakni Logistics Performance Index (LPI).
Sayangnya, posisi Indonesia mengalami penurunan signifikan. Dari peringkat 46 pada tahun 2018, Indonesia anjlok ke peringkat 63 pada tahun 2023. Tentu, ini bukan posisi yang dapat mengantarkan kita meraih “medali” atau “podium”.
Pemerintah sebagai regulator tentu tidak tinggal diam. Berbagai strategi pengembangan logistik dijalankan, mulai dari transformasi digital layanan logistik, pengurangan biaya transportasi, optimalisasi pemanfaatan tol laut, hingga penguatan konektivitas. Upaya-upaya ini dirancang untuk menurunkan biaya logistik nasional melalui pendekatan yang komprehensif.
Secara umum, tren skor LPI Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang positif dan bahkan mulai menyusul peringkat LPI Filipina.
Dengan target menurunkan biaya logistik dari 14,29 persen menjadi 8 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2045, pemerintah menargetkan capaian setara dengan negara maju yang memiliki biaya logistik rendah. Namun, target ambisius ini menuntut keterlibatan berbagai variabel, seperti pengembangan kawasan logistik terintegrasi serta dorongan penggunaan transportasi multimoda.
Berbicara mengenai multimoda, empat undang-undang transportasi telah mengamanatkan pengembangannya, yakni Pasal 165 ayat (4) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 55 UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, Pasal 191 UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, serta Pasal 148 UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
Dari ketentuan tersebut lahirlah PP Nomor 8 Tahun 2011 tentang Angkutan Multimoda. Selanjutnya, untuk melaksanakan ketentuan dalam peraturan pemerintah tersebut, ditetapkan Peraturan Menteri Perhubungan PM Nomor 8 Tahun 2012.
Risalah kebijakan yang panjang ini mencerminkan adanya intensi kuat dari regulator untuk membangun ekosistem multimoda yang efisien dan berdaya saing. Hal ini tidak mengherankan, mengingat multimoda merupakan strategi logistik yang membuka cakrawala sekaligus memperluas cakupan distribusi.
Multimoda terbukti efektif dalam mengurangi kemacetan di jalur darat utama. Sebagai contoh, penggunaan kereta api peti kemas dan kapal peti kemas mampu mengurangi kepadatan di Jalur Pantura hingga 47,97 persen hanya dalam satu tahun pertama.
Selain berdampak secara ekonomi, multimoda juga berkontribusi dalam mengurangi kesenjangan sosial melalui peningkatan aksesibilitas ke wilayah terpencil. Di sisi lain, integrasi multimoda yang baik dapat mengurangi jumlah kendaraan di jalan, yang secara otomatis menurunkan emisi akibat mesin kendaraan yang idle saat kemacetan, sehingga mendukung konsep transportasi berkelanjutan.
Dengan berbagai manfaat tersebut, multimoda dapat disebut sebagai “obat mujarab” melalui penggabungan berbagai moda transportasi, baik laut, darat, maupun udara. Namun demikian, optimalisasi multimoda membutuhkan prasyarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu, seperti pengembangan keterpaduan jaringan prasarana dan pelayanan, serta peningkatan peran dan kapasitas Badan Usaha Angkutan Multimoda.
Bram Hertasning adalah Doktor Kebijakan Publik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Lalu Lintas & Angkutan Pelayaran dan Penerbangan, Badan Kebijakan Transportasi serta merupakan Pengurus Intelligent Transport System (ITS) Indonesia dan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI).
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas keterlambatan sejumlah perjalanan kereta api yang datang dari arah Semarang menuju wilayah Daop 1 Jakarta.
Keterlambatan tersebut disebabkan oleh intensitas hujan yang sangat tinggi di wilayah Jalur Semarang Kendal dan sekitarnya, yang mengakibatkan beberapa titik jalur rel terendam air.
Demi menjamin keselamatan dan keamanan perjalanan, KAI melakukan penyesuaian operasional pada lintas terdampak, termasuk pembatasan kecepatan dan pengaturan pola perjalanan kereta api.
“Keselamatan perjalanan menjadi prioritas utama KAI. Akibat kondisi jalur yang terendam air, sejumlah perjalanan kereta api dari arah Semarang mengalami keterlambatan dan berdampak pada waktu kedatangan di wilayah Daop 1 Jakarta,” ujar Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo.
Hingga pukul 05.30 WIB, tercatat sebanyak 9 perjalanan kereta api mengalami keterlambatan kedatangan di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir, dengan rentang keterlambatan antara 120 menit hingga 280 menit. Keterlambatan kedatangan tersebut turut berdampak pada jadwal keberangkatan kereta api selanjutnya, mengingat rangkaian kereta harus menunggu kedatangan dari perjalanan sebelumnya guna memastikan kesiapan sarana dan aspek keselamatan.
Dari sembilan perjalanan tersebut, lima kereta api dapat diberangkatkan tepat waktu, sementara empat perjalanan lainnya mengalami keterlambatan keberangkatan, yaitu KA Parahyangan, KA Sembrani, KA Tawang Jaya, dan KA Argo Bromo Anggrek.
Dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem ini, KAI Daop 1 Jakarta terus melakukan koordinasi dan komunikasi secara intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperoleh informasi prakiraan cuaca terkini. Informasi tersebut menjadi dasar dalam upaya antisipasi, baik dari sisi kesiapan prasarana perkeretaapian maupun peningkatan pelayanan kepada pelanggan, sehingga dampak gangguan dapat diminimalkan.
Sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan, KAI menyediakan service recovery bagi pelanggan terdampak sesuai ketentuan yang berlaku. Informasi terkait keterlambatan perjalanan juga disampaikan secara berkala kepada pelanggan melalui SMS blast dan kanal informasi resmi KAI.
Bagi pelanggan yang kereta apinya mengalami keterlambatan akibat kondisi banjir dan memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan, KAI memberikan opsi pembatalan tiket dengan pengembalian dana 100 persen. Pembatalan dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI hingga dua jam sebelum jadwal keberangkatan, atau secara langsung di loket layanan stasiun hingga H+3 setelah jadwal keberangkatan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kesabaran para pelanggan. KAI terus melakukan pemantauan dan upaya penanganan agar perjalanan kereta api dapat kembali berjalan normal, aman, dan selamat,” tutup Franoto.
Kedutaan Besar India untuk Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperluas kerjasama strategis dengan pemerintah daerah di Indonesia melalui dialog langsung dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Komitmen tersebut tercermin dalam kunjungan kehormatan Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, didampingi Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shanker Goel, kepada Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru di Griya Agung, Palembang, Rabu (14/01/2026).
Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif, menjadi platform penting untuk memperdalam pemahaman bersama serta menjajaki peluang kerja sama konkret yang berorientasi pada manfaat jangka panjang. Diskusi mencakup sektor pertambangan batu bara, penguatan komoditas ekspor unggulan Sumatera Selatan, serta pengembangan kerja sama di bidang pendidikan dan pertukaran pemuda.
Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menyampaikan apresiasi atas perhatian dan ketertarikan India terhadap potensi daerah, serta menegaskan kesiapan Sumatera Selatan untuk bermitra secara aktif.
“Sumatera Selatan memiliki sumber daya alam yang kuat dan terus mendorong peningkatan nilai tambah komoditas ekspor. Kami memandang kerja sama dengan India sebagai peluang strategis, termasuk melalui pertukaran pemuda untuk mempererat hubungan budaya dan memperluas wawasan generasi muda,” ujar Gubernur Herman Deru.
Duta Besar Sandeep Chakravorty menyambut positif pandangan tersebut dan menegaskan bahwa India melihat Sumatera Selatan sebagai mitra penting dalam penguatan hubungan bilateral di tingkat daerah.
“India memandang Sumatera Selatan sebagai provinsi dengan potensi besar, baik dalam hal sumber daya alam maupun kapasitas sumber daya manusia. Kami ingin membangun kemitraan yang konkret, saling menguntungkan, dan berkelanjutan, sejalan dengan eratnya hubungan India dan Indonesia,” kata Dubes Chakravorty.
Dalam konteks pengembangan sumber daya manusia, Kedutaan Besar India juga menegaskan keterbukaan terhadap partisipasi pemuda Sumatera Selatan dalam program pertukaran dan peluang beasiswa pendidikan tinggi di India, dengan mekanisme seleksi yang akan disepakati bersama.
“Investasi terbaik adalah investasi pada generasi muda. Melalui pertukaran dan pendidikan, kami berharap dapat memperkuat hubungan antar masyarakat yang menjadi fondasi utama kemitraan jangka panjang kedua negara,” tambahnya.
Kedutaan Besar India memandang pertemuan ini sebagai langkah signifikan dalam memperdalam kerja sama antara India dan Indonesia di tingkat subnasional, sekaligus membuka ruang kolaborasi baru yang lebih terstruktur dan berdampak. Pertemuan turut dihadiri oleh para kepala OPD dan pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merespons bencana banjir yang melanda Provinsi Maluku Utara pada Januari 2026 dengan melakukan upaya tanggap darurat. Melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, Kementerian PU telah melakukan identifikasi lapangan pada Selasa (13/1/2026) dan menyiagakan alat berat untuk menangani dampak kerusakan infrastruktur sumber daya air (SDA) di dua lokasi.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan keberlanjutan fungsi infrastruktur menjadi prioritas utama pemerintah dalam masa tanggap darurat ini.
“Kementerian PU berkomitmen hadir cepat di lokasi terdampak bencana. Identifikasi dan survei lapangan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan yang tepat, termasuk pengerahan alat berat agar risiko banjir susulan dapat diminimalkan,” ujar Menteri Dody.
Berdasarkan hasil identifikasi, penanganan darurat akan dilakukan di dua lokasi terdampak cukup parah, yakni Sungai Ake Aru di Kecamatan Galela Utara, Kabupaten Halmahera Utara, dan Sungai Ibu di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat.
Di Kabupaten Halmahera Utara, tepatnya di Sungai Ake Aru, tim melakukan pemetaan lokasi dan pengecekan kondisi infrastruktur sungai serta jembatan terdampak banjir. Hasil identifikasi teknis menunjukkan adanya perubahan alur sungai dan sedimentasi yang berpotensi mengganggu kapasitas tampung sungai, sehingga memerlukan penanganan teknis segera.
Sementara itu, di Sungai Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, telah terjadi kerusakan pada tebing sungai dan muara anak sungai yang memicu genangan di permukiman warga. Tim BWS Maluku Utara telah memetakan titik-titik kritis, terutama pada bagian tebing sungai yang mengalami longsor, guna mencegah dampak yang lebih luas.
Kepala BWS Maluku Utara, M. Saleh Talib, menyampaikan bahwa hasil survei lapangan tersebut digunakan sebagai landasan pengambilan keputusan teknis, baik untuk penanganan darurat maupun rekonstruksi lanjutan. Guna mendukung upaya tersebut, Kementerian PU memastikan kesiapan alat berat di lokasi bencana.
“Dalam masa tanggap darurat, alat berat kami siagakan untuk pekerjaan pembersihan material sedimen, perbaikan alur sungai, serta pengamanan tebing dan infrastruktur sungai agar fungsi sungai dapat segera pulih dan risiko banjir berulang dapat ditekan,” tegas Saleh.
Saleh menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Hal ini dilakukan untuk memastikan penanganan banjir berjalan efektif, terintegrasi, serta menjamin keamanan permukiman warga dan infrastruktur publik.
Kementerian PU akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyiapkan langkah penanganan lanjutan berdasarkan evaluasi teknis. Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen Kementerian PU dalam menjaga ketahanan infrastruktur sumber daya air dan melindungi masyarakat dari ancaman bencana hidrometeorologi.
Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.
#SigapMembangunNegeriUntukRakyat
#SetahunBerdampak
Tentang Biro Komunikasi Kementerian Pekerjaan Umum
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merupakan kementerian negara dalam Kabinet Merah Putih di Pemerintah Republik Indonesia. Kementerian ini bertugas dalam urusan pekerjaan umum, yaitu: bertugas dan bertanggung jawab atas pembangunan dan pengelolaan infrastruktur di Indonesia, termasuk jalan raya, jembatan, pengelolaan air. Kementerian Pekerjaan Umum bertanggung jawab kepada Presiden. Sejak tanggal 21 Oktober 2024, kementerian dipimpin Dody Hanggodo.
Untuk meningkatkan kapasitas prama dan prami dalam memberikan pelayanan di rangkaian Compartment, KAI Services menyelenggarakan training hospitality dan pengenalan menu kepada 11 orang prama dan prami yang akan bertugas di layanan tersebut. Pelatihan ini dilaksanakan di BPTT Darman Prasetyo, Yogyakarta.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 12–13 Januari 2026, ini diikuti oleh prama dan prami yang berasal dari wilayah Jakarta, Surabaya, Solo, dan Yogyakarta. Dalam training ini, peserta mendapatkan berbagai materi dari tim hospitality Kantor Pusat KAI Services, mulai dari pengenalan menu yang disajikan di rangkaian Compartment, jenis dan penggunaan peralatan makan, hingga standar cara penyajian makanan kepada penumpang.
Selain itu, tim pengajar juga menekankan berbagai standar pelayanan yang harus diterapkan di rangkaian Compartment, di antaranya memastikan produk makanan selalu dalam kondisi segar, mengikuti standar gramasi yang telah ditetapkan, serta menyajikan set menu lengkap dengan kondimen.
Para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktik langsung, mulai dari simulasi pelayanan kepada penumpang hingga praktik penyajian menu, seperti salad dan Suite Grilled Chicken Truffle Sauce. Selama pelatihan berlangsung, para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Salah satu peserta, Andiny, mengaku senang dapat mengikuti pelatihan ini karena mampu meningkatkan keterampilan serta pemahamannya dalam memberikan pelayanan kepada penumpang. “Dari training ini saya mendapatkan banyak wawasan baru terkait pelayanan di rangkaian Compartment,” ujar Andiny.
Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari persiapan khusus bagi prama dan prami yang akan bertugas di rangkaian Compartment, agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang selama perjalanan.
“KAI Services senantiasa membekali para pegawai frontliner dengan berbagai wawasan serta keterampilan, baik teknis maupun nonteknis, sebagai bekal dalam menjalankan tugas pelayanan di lapangan,” ujar Nyoman dalam keterangannya.
About PT Reska Multi Usaha
PT Reska Multi Usaha (KAI Services) merupakan anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang menyediakan berbagai jasa pendukung operasional perkeretaapian, mulai dari layanan di atas kereta, kebersihan, pengamanan, hingga pengelolaan parkir dan layanan makanan.