Populasi Sapi Potong di Paluta Konsisten Meningkat, Disnakan Keswan Galakkan Program Kawin Suntik
![]() |
| Proses pelaksanaan IB oleh petugas dari Disnakan dan Keswan Kabupaten Paluta kepada ternak sapi potong. |
PALUTA – Populasi sapi potong di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) terus menunjukkan tren peningkatan yang positif setiap tahunnya. Berdasarkan data Dinas Perikanan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan (Disnakan Keswan) Kabupaten Paluta, populasi sapi potong mencapai 23.158 ekor pada akhir Desember 2025.
Kepala Disnakan Keswan Kabupaten Paluta, Mahran Hasibuan, melalui Kepala Bidang (Kabid) Peternakan, Alexander Muda Harahap, S.Pt., menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut cukup konsisten. Pada tahun 2024, populasi sapi potong berada di angka 22.920 ekor, kemudian bertambah sebanyak 238 ekor menjadi 23.158 ekor di sepanjang tahun 2025.
“Meskipun perlahan, populasi sapi potong setiap tahunnya terus mengalami peningkatan,” ujar Alexander. Ia menambahkan bahwa tren positif ini secara otomatis akan berimbas pada naiknya potensi produksi daging sapi di daerah tersebut, meskipun peningkatannya bertahap.
Lebih lanjut, Alexander merinci bahwa sentra peternakan sapi potong ini tersebar di 9 dari 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Paluta. Sepanjang tahun 2025, populasi terbanyak tercatat di Kecamatan Halongonan dengan 3.289 ekor, disusul Halongonan Timur (3.267 ekor), dan Padang Bolak (3.174 ekor).
Penyebaran selanjutnya diikuti oleh Kecamatan Ujung Batu (3.095 ekor), Portibi (3.087 ekor), Simangambat (2.547 ekor), Padang Bolak Julu (1.185 ekor), Dolok (1.058 ekor), serta Dolok Sigompulon (906 ekor).
Terkait proyeksi tahun ini, pihaknya belum bisa merilis angka pasti. “Untuk tahun 2026, kita masih dalam tahap pendataan terkait jumlah populasi serta tingkat perkembangan sapi potong di Kabupaten Paluta,” terangnya.
Meski demikian, Disnakan Keswan optimistis angka populasi ternak sapi di seluruh wilayah Paluta akan kembali melonjak pada tahun 2026. Salah satu strategi utama yang diandalkan untuk mendongkrak populasi dan kualitas ternak adalah melalui program Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik.
“Proses IB dinilai sangat efektif dan efisien. Selain untuk mempercepat perkembangbiakan dan menjaga kesehatan hewan, metode ini juga terbukti mampu meningkatkan kualitas genetik sapi potong,” jelasnya.
Oleh karena itu, saat ini pihaknya terus menggencarkan sosialisasi kepada seluruh peternak di wilayah Kabupaten Paluta mengenai manfaat dan tata cara pelaksanaan program IB.
“Kita terus menggalakkan program IB. Jika ada masyarakat yang ingin menerapkan proses kawin suntik pada ternak sapinya, silakan hubungi kami. Laporan tersebut akan segera kami tindak lanjuti sekaligus memberikan pemahaman tentang keuntungan program ini bagi ternak mereka,” pungkas Alexander.
