![]() |
| Foto: Ketua Tim Pendamping PKH Kabupaten Paluta, Irdan Hidayat Harahap. |
PALUTA - Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) tercatat sebanyak 8.701 keluarga pada triwulan terakhir tahun 2025. Angka ini tersebar di 12 kecamatan di seluruh wilayah Paluta.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Tim Pendamping PKH Kabupaten Paluta, Irdan Hidayat Harahap, pada Selasa (27/1/2026).
Irdan menjelaskan, selain data aktif, tercatat sebanyak 163 KPM telah melakukan graduasi mandiri sepanjang tahun 2025.
“Mereka secara sukarela meminta untuk dikeluarkan dari daftar penerima manfaat karena merasa kondisi ekonomi keluarganya sudah stabil dan sejahtera,” ujarnya.
Sesuai arahan Kementerian Sosial (Kemensos), fokus pendampingan saat ini adalah mendorong peningkatan graduasi mandiri. Artinya, masyarakat diharapkan bisa lepas dari bantuan sosial karena telah mampu mandiri secara ekonomi.
“Kemensos menargetkan setiap pendamping minimal dapat mengajak 10 KPM untuk melakukan graduasi mandiri. Di Paluta sendiri, total ada 35 petugas pendamping,” terang Irdan.
Saat ini, seluruh pendamping PKH terus melakukan evaluasi lapangan (ground checking) secara berkelanjutan. Langkah ini dilakukan untuk memvalidasi kelayakan KPM berdasarkan indikator yang ditetapkan pemerintah. Hasil evaluasi tersebut kemudian dilaporkan ke Kemensos RI sebagai bahan pemutakhiran data.
Terkait penyaluran dana PKH Tahap I tahun 2026, Irdan menyebutkan jadwal pencairan diprediksi mulai Februari mendatang. Penyaluran dilakukan secara triwulan melalui transfer langsung ke rekening KPM via Bank Himbara (Bank Mandiri) dan Kantor Pos.
“Jumlah 8.701 KPM pada akhir 2025 bisa saja berubah, baik berkurang atau bertambah, pada penyaluran Tahap I 2026. Semua tergantung hasil ground checking di lapangan. Kewenangan finalisasi data dan pencairan sepenuhnya ada di tangan Kemensos RI,” tutupnya.
