Antrean BBM Kembali Mengular di SPBU Gunungtua, Warga Paluta Mengeluh - Info Paluta

30 Januari 2026

Antrean BBM Kembali Mengular di SPBU Gunungtua, Warga Paluta Mengeluh

Foto: Antrean BBM di SPBU Gunungtua.

PALUTA – Pemandangan antrean kendaraan yang mengular kembali terlihat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di pusat kota Gunungtua, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara, Jumat (30/1/2026).

Fenomena ini kembali terjadi setelah sempat mereda beberapa waktu lalu, memaksa para pengendara untuk menghabiskan waktu berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar.

​Berdasarkan pantauan di lokasi, antrean panjang didominasi oleh kendaraan roda empat, truk angkutan barang, hingga becak bermotor. Antrean tersebut terlihat memanjang hingga memakan bahu jalan, yang tak pelak memicu tersendatnya arus lalu lintas.

​Kondisi ini paling parah terjadi pada jalur pengisian Bio Solar dan Pertalite. Beberapa pengendara mengaku sudah mengantre sejak pagi hari lantaran khawatir stok BBM akan habis jika datang terlalu siang.

​Kelelahan dan kekecewaan tampak jelas di wajah para sopir. Hal ini sangat berdampak pada mereka yang menggantungkan nafkah dari operasional kendaraan.

​“Sudah dari jam 6 pagi saya di sini, Bang. Ini sudah mau jam 9 belum juga dapat giliran. Kalau begini terus, habis waktu kami cuma buat ngantre, pendapatan pun jadi berkurang karena trip angkutan jadi sedikit,” ungkap Mahmul Harahap, salah satu sopir truk yang ikut mengantre.

​Senada dengan Mahmul, seorang pengendara sepeda motor, Jhonni Saputra, juga mengeluhkan hal serupa.

​“Heran juga kita, padahal kemarin sempat lancar. Ini kok macet lagi pasokannya? Harapannya pemerintah atau pihak Pertamina cepatlah bertindak. Jangan biarkan kami masyarakat kecil ini susah terus cuma perkara minyak,” keluhnya.

​Antrean yang membludak hingga ke jalan raya tidak hanya merugikan pengantre, tetapi juga pengguna jalan lainnya. Posisi SPBU yang berada di jalur vital membuat penyempitan jalan tak terhindarkan. Petugas kepolisian setempat terlihat sesekali harus turun tangan untuk mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan total di sekitar area SPBU.

​Warga Kabupaten Paluta berharap adanya solusi konkret dari instansi terkait. Mereka meminta jaminan kelancaran pasokan BBM, khususnya untuk jenis BBM bersubsidi yang menjadi kebutuhan vital mobilitas ekonomi warga sehari-hari.

Sementara itu, menanggapi persoalan kembali langkahnya BBM di Kabupaten Paluta, Kabid Perdagangan pada Disperindag Paluta, Afrul Fahru Rozi Harahap, mengatakan penyebab terjadinya kelangkaan BBM dikarenakan sulitnya kapal tanker bersandar di pelabuhan Sibolga karena cuaca buruk.

“Kesulitan BBM ini diakibatkan karena kapal tanker untuk pengangkutan BBM tidak nyadar di Sibolga dan dialihkan ke Dumai untuk sementara waktu. Untuk Pertamax dan Pertalite kemungkinan 2 sampai 3 hari ini akan kembali normal," tukasnya dikutip dari video wawancara konten kreator Akhir Septemriady Rambe.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda